Rabu, 22 Desember 2010

saya sayang sahabat saya

Sahabat, Saya sayang kamu!
Pernah saya ungkapkan padanya,
“Hei. Saya sayang kamu. Maka saya hendak kamu sentiasa dijalan-Nya. Untuk menegur kamu sekiranya tersilap arah, tak perlu saya untuk minta kebenaran darimu. Sepertimana saya sayang padamu kerana ALLAh, maka kerana ALLAh saya menegurmu.”
Pernah saya bisikkan dari jauh padanya,
“Hendak berjiran dengan kamu di syurga. Kamu sudi tak? Saya nak sayang kamu di dunia, dan sampailah akhirat. Kalau ALLAh izinkan saya masuk syurga, maka saya hendak kamu ada di dalamnya. Boleh tak?”
Dia menjawab,
“Saya tak layak. Saya bukan seorang hamba yang baik!”
Saya tepuk bahunya dari kejauhan,
“Hei, mari sini. ALLAh masih pinjamkan umur. Masih belum terlambat untuk kamu dan saya berusaha bersama-sama.”
Matanya bergenang,
“Saya sayang kamu, sahabatku!”
Saya senyum padanya dari kejauhan,
“Dan saya lebih menyayangi kamu. Ingat ni~”
Saya mendekat padanya dari kejauhan,
“Psst! Kalau saya diizinkan masuk syurga, saya nak kita melangkah ke dalamnya bersama-sama. InshaALLAh, mesti seronok kan! Tapi kalau ALLAh takdirkan neraka tempat saya. Saya minta sesuatu boleh? Kamu palingkan wajah kamu dari melihat saya pada hari itu, ya? Jangan berpaling untuk saya. Saya tak mahu kamu sedih melihat saya..”
Saya tertunduk dihadapan Yang Esa,
“Ya ALLAh, berikanlah kekuatan dan ketabahan serta kesabaran iman kepada sahabatku untuk menjalani hidupnya semasa di dunia. Jadikan dia daripada golongan hamba yang Kau redhai. Peluklah dirinya ya ALLAh dengan kehangatan kasih kepada-Mu. Ikat hatinya dengan tali agamamu! Jangan Engkau pernah biarkan dia merasa sendiri kekosongan tanpa hidayah-Mu. Dengarkanlah doa hamba yang faqir ini, ya Dzal Jalali Wal Iqram!”
Tiba-tiba tiba ‘SMS’ darinya,
“Saya rindu kamu…~”
Dan saya membiarkan rindu itu dibalas sendiri oleh ALLAh Azza Wa Jalla.
Sungguh saya sayang pada sahabat saya. Dan sungguh saya ingin sentiasa dia berada dalam pelukan Ilahi.
Hei kamu, yang merasakan saya adalah sahabat kamu,
Saya sayang pada kamu
Saya ingin bersahabat dengan kamu
Di dunia sampai akhirat
Sudikah kamu menjadi sahabat saya?
Maka genggamlah tangan saya
Saya akan pastikan genggaman ini tidak akan terbuka
Sehingga waktu ALLAh menentukan
Dan boleh tidak kita perbaharui persahabatan ini?
Biar kita sama-sama melakukan amalan yang istiqamah pada-Nya
Malah mungkin kamu lebih dariku dalam hal itu
Memperbaharui persahabatan yang satu ini
Dengan disaluti keimanan
Ya, keimanan!

kata-kata mutiara SAHABAT

“Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah”
“Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama”
“Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya”
“Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian”
“Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya”
“Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah”
“Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya”
“Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis”
“Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya”
“Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinnya”
“Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri”
“Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita. Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda??. Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai??”
“Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada satupun yang dapat anda berikan??. Merekalah sahabat-sahabat anda”
“Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka. Karena seorang sahabat bisa lebih dekat dari pada saudara sendiri”
itu sedikit dari saia...hehehe^^



sahabat sejati

Banyak orang bilang… sahabat sejati itu hanya datang sekali seumur hidup bahkan mungkin tidak akan pernah didapat selama hidup… apa itu benar?? silahkan anda sendiri yang menilainya
Ada satu perbedaan antara menjadi seorang KENALAN dan menjadi seorang SAHABAT.
Pertama, seorang kenalan adalah seorang yang namanya kamu ketahui, yang kamu lihat berkali-kali, yang dengannya mungkin kamu miliki persamaan, dan yang disekitarnya kamu merasa nyaman. Ia adalah orang yang dapat kamu undang ke rumahmu dan dengannya kamu berbagi.

Namun mereka adalah orang yang dengannya tidak akan kamu bagi hidupmu, yang tindakan-tindakannya kadang-kadang tidak kamu mengerti karena kamu tidak cukup tahu tentang mereka.
Sebaliknya, seorang sahabat adalah seseorang yang kamu cintai.. Bukan karena kamu jatuh cinta padanya, namun kamu peduli akan orang itu, dan kamu memikirkannya ketika mereka tidak ada.
Sahabat-sahabat adalah orang dimana kamu diingatkan ketika kamu melihat sesuatu yang mungkin mereka sukai, dan kamu tahu itu karena kamu mengenal mereka dengan baik.
Mereka adalah orang-orang yang fotonya kamu miliki dan wajahnya selalu ada di kepalamu.
Mereka adalah orang-orang yang kamu lihat dalam pikiran mu
Mereka adalah orang-orang yang diantaranya kamu merasa aman
karena kamu tahu mereka peduli terhadapmu.
Mereka menelpon hanya untuk mengetahui apa kabarmu,
karena sahabat sesungguhnya tidak butuh suatu alasanpun.
Mereka berkata jujur dan kamu melakukan hal yang sama.
Kamu tahu bahwa jika kamu memiliki masalah, mereka akan bersedia mendengar.
Mereka adalah orang-orang yang tidak akan menertawakanmu atau menyakitimu,
dan jika mereka benar-benar menyakitimu, mereka akan berusaha keras untuk memperbaikinya.
Mereka adalah orang-orang yang kamu cintai dengan sadar ataupun tidak.
Mereka adalah orang-orang dengan siapa kamu menagis ketika kamu tidak diterima di perguruan tinggi negeri dan orang-orang yang menangis lantaran berat untuk berpisah denganmu di pesta perpisahan kelas.
Mereka adalah orang-orang yang pada saat kamu peluk, kamu tak akan berpikir berapa lama memeluk dan siapa yang harus lebih dahulu mengakhiri.
Mungkin mereka adalah orang yang memegang cincin pernikahanmu, atau orang yang mengantarkan / mengiringmu pada saat pernikahanmu, atau mungkin dialah orang yang kamu nikahi.